PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN
Untuk memahami pengertian Manajemen
Keuangan lebih di arahkan pada kegiatan Pembelanjaan perusahaan sehingga dapat
dikatakan Manajemen Keuangan sama dengan Pembelanjaan Perusahaan. Perusahaan
dalam menjalankan bisnis memerlukan aset riil (real assets) dimana aset riil tersebut berupa Tangible assets :
1.
Aset lancar
: Kas, Piutang, Persediaan
2.
Aset
tetap : mesin, pabrik, kantor, kendaraan
Dan dapat berupa aset tidak berwujud
(Intangible assets) : keahlian teknis (technical expertise) merk dagang (trade mark), patent.
Untuk mewujudkan aset riil tersebut memerlukan modal yang dapat di peroleh
bersumber pada:
1.
Liability : Utang Dagang, Obligasi, Utang
bank
2.
Equity : Modal setor, Saham, Laba
Ditahan
Misalkan seorang pengusaha ingin
mendirikan sebuah mini market maka untuk dapat beroperasional dia harus
mendirikan Toko (bangunan), Peralatan minimarket, peralatan administrasi
minimarket yang itu merupakan aset tetap minimarket. Kemuadian dia juga
harus menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang akan dijual
(persediaan) serta dana kas untuk membiayai operasional minimarket yang ini
merupakan aset lancar minimarket tersebut. Untuk mewujudkan semua aset
riil tersebut pengusaha itu dapat membelanjainya dengan dana yang bersumber
dari modalnya sendiri (perseorangan) atau bermitra dengan koleganya untuk
membuat persekutuan modal (cv, firma dll) atau dapat juga mendirikan
perseroan terbatas (PT) untuk mengumpulkan modal dalam bentuk saham.
Pengusaha tersebut juga dapat
membelanjai aset-aset riilnya dengan hutang misalnya melalui pinjaman bank,
pinjaman suplier (utang dagang) atau menerbitkan obligasi jika
badan usahanya berbentuk perseroan.
Dari penjelasan di atas dapat
di definisikan Manajemen Keuangan
atau Pembelanjaan merupakan kegiatan yang berhubungan dengan usaha-usaha
mendapatkan dana perusahaan serta usaha untuk menggunakan dan mengalokasikan
dana tersebut secara efisien. Seorang manajer keuangan tidak
hanya bertugas mencatat, membuat laporan, mengendalikan posisi kas,
membayar tagihan-tagihan dan mencari dana, tetapi lebih dari itu
harus mampu menciptakan kekayaan perusahaan melalui kegiatan mencari sumber
dana dan mengalokasikannya.
Dalam Manajemen keuangan kegiatan
mencari sumber dana dapat di sebut sebagai pembelanjaan Pasif dan kegiatan
mengalokasikan dana disebut sebagai pembelanjaan Aktif.
FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN
Berdasarkan pengertian Manajemen
Keuangan di atas dapat di sebutkan 2 (dua) fungsi Manajemen Keuangan yaitu :
1.
Fungsi
Penggunaan Dana (Alokasi)
2.
Fungsi
Pendanaan (mencari sumber dana)
Dalam menjalankan fungsi-fungsi
tersebut melibatkan fungsi-fungsi lain (pemasaran, Produksi, Akuntansi dll).
Baik fungsi pengalokasian dan pendanaan didasarkan pada pertimbangan efesiensi
dan efektivitas. Prinsip Efesiensi dalam pengalokasian dana
berorientasi bahwa penggunaan dana pada investasi usaha diharapkan memberi
keuntungan di masa yang akan datang, sedangkan pada fungsi pendanaan
bagaimana perusahaan mencari sumber modal dengan prasyarat dan biaya yang
semurah-murahnya.
TUJUAN PERUSAHAAN
Efesiensi dan efektifitas dalam
pembelanjaan perusahaan harus berorientasi pada tujuan perusahaan. Untuk
itu perlu merumuskan dengan benar apa yang menjadi tujuan mendirikan sebuah
perusahaan. Dalam beberapa teori disebutkan tujuan perusahaan adalah
mencari keuntungan , pendapat tersebut tidak salah tetapi belum tepat, karena
jika hanya dirumuskan mencari keuntungan (Laba) maka banyak kekurangan yang
terdapat di dalamnya. Tujuan perusahaan yang hanya mengejar Keuntungan
akan mengabaikan faktor waktu dan ketidakpastian. Jika hanya mengejar
keuntungan tahun ini, perusahaan dapat mengurangi biaya-biaya penelitian dan
pengembangan produk, biaya-biaya pelatihan SDM dll, akibatnya perusahaan
memperoleh keuntungan tetapi untuk tahun-tahun mendatang tidak dapat dipastikan
apakah perusahaan memperoleh keuntungan.
Mengukur kinerja perusahaan dengan
keuntungan saja tidak dapat menggambarkan kinerja yang
sesungguhnya, misalkan ada 2 perusahaan, perusahaan A dengan modal 100 juta
menghasilkan keuntungan 25 juta , perusahaan B dengan modal 80 juta
menghasilkan keuntungan 20 juta. Maka return perusahaan A = 25% (25
juta : 100 juta) dan return perusahaan B = 25% (20 juta : 80 juta), dengan
deemikian perusahaan B memiliki kinerja yang lebih baik karena dengan modal
yang lebih kecil menghasilkan tingkat keuntungan yang sama dengan perusahaan A.
Tujuan perusahaan dalam konteks
manajemen keuangan lebih di arahkan pada menciptakan kekayaaan perusahaan
atau maksimalisasi kekayaan perusahaan. Meningkatkan kekayaaan perusahaan
akan meningkatkan kekayaan pemilik perusahaan. Seorang pengusaha yang membuka
Toko minimarket dengan modal 500 juta berharap nantinya nilai kekayaan usahanya
akan meningkat lebih dari 500 juta setelah beberapa tahun akan datang.
Namun pertanyaannya apakah tujuan
perusahaan itu hanya mensejahterakan pemiliknya saja ? Perlu di ingat
perusahaan melibatkan pihak-pihak lain yang juga berperan dan berkepentingan
terhadap perusahaan. Apalagi jika perusahaan tersebut dengan skala usaha yang
lebih besar maka pihak-pihak lain dalam hal ini disebut sebagai stakeholders
wealth juga perlu disejahterakan terlebih dahulusebelum pemiliknya (share
holder wealth) disejahterakan. Siapa saja yang disebut sebagai stakeholders
wealth tersebut ? Antara lain sebagai berikut
:
§ Manajemen dan Karyawan sebagai ujung
tombak perusahaan, mereka di sejahterakan dan dibayar dengan penghasilan
yang sesuai dengan pekerjaan dan kualifikasinya masing-masing. karyawan
berkerja dengan nyaman, tanpa tekanan dan berhak memperoleh promosi karir
secara berjenjang jika memiliki prestasi kinerja yang baik.
§ Kreditur, sebagai pihak lembaga
pemberi pinjaman berhak mendapatkan keamanan lancarnya kredit yang diberikan
dan memperoleh pendapatan atas kredit yang diberikan (bunga, bagi hasil dll)
§ Konsumen sebagai pengguna barang
/jasa memperoleh kepuasan yang setimpal atas nilai yang dibayarkan pada produk
yang dibeli.
§ Pemerintah, memperoleh pendapatan
pajak atas keuntungan usaha perusahaan.
§ Masyarakat turut merasakan
kesejahteraan dari keberadaan perusahaan dalam bentuk pertanggungjawaban sosial
perusahaan. Program pertanggung jawaban sosial bisa berbentuk pendidikan
(bea siswa), pengembangan UKM (kredit lunak), bantuan bencana alam, produk yang
ramah lingkungan dll.
Jika para stake holder di atas telah
di sejahterakan, maka klaim terakhir
bagi perusahaan adalah mensejahterakan pemiliknya. Sebuah resiko yang
di beban pemilik perusahaan bahwa pemegang saham memperoleh klaim terakhir dari
keuntungan yang diperoleh perusahaan. Begitu juga seandainya perusahaan
di likuidasi, maka pembayaran hak didahulukan dulu utntuk membayar
kewajiban-kewajiban perusahaan seperti gaji karyawan yang tertunda, utang-utang
dengan pihak kreditur, utang-utang lainnya baru setelah selesai semua, sisanya
di bagi untuk pemilik saham, sesuai proporsi kepemilikannya.
Namun jika pengeloaan perusahaan
dilakukan dengan baik dan meningkatkan value perusahaan tentunya memberikan
pengembalian (return) bagi para investor yang lebih besar tingkatnya
dibanding para stake holder. Sesuatu yang lumrah karena investor
berhadapan dan memiliki resiko yang besar.
Untuk dapat memaksimalkan dan
meningkatkan kekayaan perusahaan sangat ditentukan oleh keputusan-keputusan
keuangan Perusahaan.
KEPUTUSAN KEUANGAN
Keputusan keuangan yang tepat
berdampak pada value perusahaan, sebagaimana dijelaskan di atas bahwa keputusan
keuangan harus berorientasi pada tujuan perusahaan yaitu meningkatkan value
perusahaan. Ada 3 (tiga) keputusan keuangan yaitu sebagai berikut :
1)
Keputusan
Investasi
Keputusan investasi adalah masalah
bagaimana manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk
investasi yang akan dapat mendatangkan keuntungan di masa yang akan
datang. Bentuk, macam, dan komposisi dari investasi dari investasi
tersebut akan mempengaruhi dan menunjang tingkat keuntungan di masa
depan. Keuntungan di masa depan yang diharapkan dari investasi tersebut
tidak dapat diperkirakan secara pasti. Oleh karena itu investasi akan
mengandung resiko atau ketidakpastian. Resiko dan hasil yang diharapkan
dari investasi ini akan mempengaruhi pencapaian tujuan, kebijakan maupun nilai
perusahaan
2)
Keputusan
Pendanaan
Keputusan pendanaan ini sering
disebut sebagai kebijakan struktur modal. Pada keputusan ini manajer keuangan
dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-sumber
dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan-kebutuhan
investasi serta kegiatan usahanya.
3)
Keputusan
Dividen
Dividen merupakan bagian keuntungan
yang dibayarkan oleh perusahaan kepada para pemegang saham. Oleh karena
itu dividen ini merupakan bagian penghasilan yang diharapkan oleh pemegang
saham. Keputusan dividen merupakan keputusan manajemen keuangan untuk
menentukan ; deviden tunai, stabilitas deviden, dividen saham (stock
deviden), pemecahan saham (stock split), penarikan kembali saham
yang beredar (repurchase stock), yang semuanya ditujukan untuk
meningkatkan kemakmuran para pemegang saham
PERKEMBANGAN TEORI KEUANGAN
Perkembangan teori keuangan sejak
dikenal tahun 1900 sampai abad dua puluh satu ini tidak begitu pesat.
Perkembangan tersebut umumnya merupakan penyempurnaan dan pendalaman serta
perluasan analisis dari teori yang ada. Perkembangan teori keuangan adalah:
1) Teori Pasar Modal Efisien (Efficient Capital Market Theory)
Artinya bahwa harga-harga sekuritas
yang ada di pasar modal mencerminkan informasi relevan yang mempengaruhi harga
sekuritas tersebut. Efisiensi pasar modal ini memiliki karakteristik sebagai
berikut:
a.
Tidak ada
biaya transaksi baik transaksi pembelian maupun penjualan.
b.
Tidak ada
pajak
c.
Pasar
bersifat persaingan sempurna, artinya banyak pembeli dan penjual.
d.
Pembeli
maupun penjual bertindak sebagai price maker (penentu harga)
e.
Baik
individu maupun perusahaan memiliki akses yang sama ke pasar modal.
f.
Informasi
yang berhubungan dengan pasar modal tersedia untuk semua pelaku pasar dan
mereka memiliki harapan yang sama.
g.
Tidak ada
biaya yang berkaitan dengan financial distress.
Efisiensi pasar modal dapat dibagi
menjadi 3 bentuk efisiensi, yaitu:
a.
Efisisensi
bentuk lemah (weak-form efficiency).
Efisiensi
bentuk lemah menunjukkan bahwa harga saham di masa datang tidak dapat
diprediksi hanya menggunakan data harga saham yang lalu. Pergerakan harga saham
bersifat random (acak), sehingga tidak dapat diprediksi hanya menggunakan data
harga historis. Apabila harga saham yang akan datang dapat diprediksi hanya
menggunakan data harga saham masa lalu, maka pasar modal tersebut belum efisien
dalam bentuk lemah.
b.
Efisisensi
bentuk setengah kuat (semi strong-form
efficiency).
Efisiensi
bentuk setengah kuat menunjukkan bahwa harga saham yang terjadi merefleksikan
atas informasi yang dipublikasikan.
c.
Efisiensi
benTuk kuat (strong-form efficiency).
Efisiensi
bentuk kuat menunjukkan bahwa harga saham yang terjadi merefleksikan informasi
yang dipublikasikan maupun informasi yang tidak dipublikasikan.
2) Teori Struktur Modal (Capital
Structure Theory)
Struktur
modal merupakan perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri.
Teori mengenai Struktur modal pertama kali dikenalkan oleh Franco Modigliani
dan Merton Miller (biasa disingkat: MM) tahun 1958. Modigliani dan Miller
mempublikasikan teori struktur modal ini dalam hubungannya dengan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba di masa yang akan datang (future earning). Mereka mengemukakan
bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba di masa datang tidak
dipengaruhi oleh besarnya struktur modal (dengan asumsi tidak ada pajak). Jika
teori ini benar maka manajer keuangan tidak perlu memikirkan perencanaan
besarnya struktur modal karena tidak berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan
memperoleh laba. Kemampuan memperoleh laba ini nantinya akan mempengaruhi
besarnya dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Jika kemampuan laba
tinggi maka harga saham akan naik. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan
pula bahwa besarnya struktur modal tidak relevan mempengaruhi tinggi rendahnya
harga saham.
Teori struktur modal ini terus berkembang berkenaan dengan usaha perusahaan
untuk menghasilkan laba yang diperoleh dari penggunaan modal. Pada tahun 1963,
Modigliani-Miller mempublikasikan teorinya yang kedua tentang struktur modal
dengan memperhatikan pajak. Adanya pajak maka nilai perusahaan yang tercermin
pada harga saham dipengaruhi oleh struktur modal, Semakin besar (banyak) hutang
yang digunakan maka semakin tinggi nilai perusahaan yang berarti semakin tinggi
harga sahamnya. Alasannya adalah bunga hutang yang dibayarkan dapat mengurangi
pajak yang dibayar oleh perusahaan. Penghematan pajak ini merupakan keuntungan
pemegang saham, sehingga nilai perusahaan meningkat yang tercermin pada
meningkatnya harga saham.
3) Teori Dividen (Dividend Theory)
Telah
dijelaskan di muka, bahwa menurut Modigliani-Miller dengan asumsi pasar modal
efisien dan tidak ada pajak, kebijakan dividen tidak relevan dengan konsep
nilai perusahaan (harga saham). Hal ini disebabkan setiap rupiah yang
dibayarkan perusahaan sebagai dividen mengharuskan perusahaan mengeluarkan
saham baru. Sebagai akibat emisi saham baru itu maka nilai sekarang dari
penerimaan pemegang saham lama menjadi semakin kecil. Ini artinya pembagian
dividen tidak mempengaruhi kemakmurannya.
Dengan kata
lain, bagi pemegang saham akan sama saja apakah menerima pembayaran dividen
sekarang atau capital gain di masa datang. Dengan asumsi pasar modal yang
efisien maka nilai perusahaan hanya dipengaruhi oleh keputusan penganggaran
modal (Capital Budgeting Decision).
Keputusan pengganggaran modal tersebut nantinya akan menentukan aliran kas dan
tingkat risiko di masa datang. Risiko merupakan penentu aliran kas di masa
datang karena keadaan yang akan datang penuh ketidakpastian. Hasil yang telah
direncanakan kemungkinan tidak tercapai. Kemungkinan menyimpangnya hasil dari
rencana yang telah ditetapkan inilah sebagai risiko yang harus diperkirakan
sebelumnya.
4) Teori Diskonto Aliran Kas (Cashflow
Discounted Theory)
Teori ini
mendasarkan diri pada konsep nilai waktu dari uang (time value of money) Aliran kas yang akan diterima pada masa depan
dapat dinilai sekarang menggunakan fakto diskonto. Faktor diskonto ini misalnya
berupa bunga. Proses penilaian aliran kas di mas; depan tersebut dinamakan
pendiskontoan aliran kas (cashflow
discounted). Pendiskontoai kas ini dimaksudkan untuk menilai aliran kas di
masa depan yang dinilai sekarang (present
value). Proses pendiskontoan aliran kas ini dibagi menjadi 4 tahap
yaitu:
a)
Perkiraan
(estimasi) aliran kas di masa yang akan datang
b)
Penilaian
risiko aliran kas di masa yang akan datang
c)
Menganalisis
penilaian risiko dihubungkan dengan aliran kas
d)
Penentuan
nilai sekarang dari aliran kas (present
value of cashflow)
Pendiskontoan
aliran kas ini penting untuk menetapkan suatu tingkat diskonto atau bunga yang
akan digunakan untuk menilai aliran kas yang akan datang jika dinilai saat ini.
Tingkat diskonto yang akan digunakan tersebut harus mencerminkan tingkat risiko
aliran kas, tingkat keuntungan ekonomi (return)
dari investasi yang dilaksanakan dan periode waktu aliran kas (jangka waktu
suatu investasi).
5) Teori Agensi (Agent Theory)
Tujuan perusahaan
memaksimumkan kemakmuran para pemegang saham yang dapat diterjemahkan sebagai
memaksimumkan harga saham. Dalam kenyataannya tidak jarang manajer perusahaan
memiliki tujuan lain yang mungkin bertentangan dengan tujuan utama tersebut.
Karena manajer diangkat oleh pemegang saham maka idealnya mereka bertindak yang
terbaik untuk kepentingan pemegang saham. Namun dalam praktek sering terjadi
konflik antara kedua pihak tersebut yang dinamakan agency problem. Agency
problem ini dapat muncul antara manajer dan pemegang saham atau antara kreditur
dan pemegang saham. Dalam perusahaan besar agency problem sangat potensial
terjadi karena proporsi kepemilikan perusahaan oleh manajer relatif kecil.
Tidak jarang
tindakan manajer bukannya memakmurkan pemegang saham, melainkan memperbesar
skala perusahaan dengan cara ekspansi atau membeli perusahaan lain. Motif
utamanya adalah untuk menghindari pengambilalihan oleh perusahaan lain. Konflik
lain yang potensial terjadi dalam perusahaan besar adalah antara pemegang saham
dan kreditur. Kreditur memiliki hak atas sebagian laba dan sebagian aset
perusahaan terutama dalam kasus kebangkrutan. Sementara itu pemegang saham
memegang pengendalian perusahaan yang sangat menentukan profitabilitas dan
risiko perusahaan.
6) Teori Informasi Asimetrik (Asymetric
Information Theory)
Seorang
manajer perusahaan pastilah lebih mengetahui tentang informasi berkaitan yang
dengan kondisi dan prospek perusahaan dibanding dengan investor atau analis.
Kondisi seperti ini disebut asymetric
information. Artinya antara manajer dan pemilik mempunyai informasi yang
berbeda tentang perusahaan. Dalam kasus ini, mungkin saja manajer perusahaan
percaya bahwa saham perusahaan dalam keadaan undervalued atau overvalued. Hal
itu tergantung apakah informasi tersebut menguntungkan atau tidak bagi
perusahaan.
Dampak yang
mungkin muncul dengan adanya asymetric
information adalah timbulnya kegagalan pasar. Misalnya saja kita akan
membeli komputer bekas. Pada pasar komputer bekas ini penjual biasanya memiliki
informasi yang lebih baik daripada pembeli atau terdapat asymetric information
atas calon penjual dan pembeli. Akibatnya, pembeli yang memperoleh informasi
kurang lengkap dibanding penjual kemungkinan akan mendapatkan harga yang tidak
seharusnya dibayar atau kualitas barang yang tidak sesuai dengan harganya.
7) Teori Portofolio (Portfolio Theory)
Tokoh yang
terkenal dengan teori portofolionya adalah Harry
Markowitz. Dia pemah memperoleh hadiah Nobel di bidang ekonomi tahun 1990. Markowitz sering disebut sebagai father of modern portfolio theory. Teori
portofolio menyatakan bahwa risiko dapat dikurangi dengan cara mengkombinasikan
aset ke dalam suatu portofolio. Investor dapat mengurangi risiko atas
investasinya dengan cara menanamkan dananya pada berbagai saham di berbagai
pasar saham atau berbagai saham di suatu pasar saham (bursa). Hal ini karena
risiko aset secara individu akan lebih besar daripada risiko portofolio.
Namun teori
ini belum menyebutkan secara jelas hubungan antara hasil (return) dengan risiko investasi. Oleh karena itu, teori ini
kemudian disempurnakan oleh William
Sharpe dengan mengembangkan teori keseimbangan yang menghubungkan antara
risiko dan hasil (return) yaitu
dengan Capital Asset Pricing Model
(CAPM). Model CAPM ini dapat digunakan untuk menjelaskan bahwa return suatu
saham merupakan fungsi dari tingkat keuntungan bebas risiko (risk free rate), tingkat keuntungan yang
disyaratkan atas portofolio pasar (market
return) dan koefisien beta .
8) Teori Opsi (Option Theory)
Teori opsi
merupakan suatu hak untuk menjual atau membeli suatu aset dengan harga tertentu
selama jangka waktu tertentu. Perdagangan opsi di Amerika telah berkembang
sejak tahun 1800-an. Suatu model penilaian opsi telah diperkenalkan pada tahun
1973 oleh Fisher Black dan Myron Scholes. Model tersebut kemudian
dikenal dengan Black-Scholes Option
Pricing Model. Namun demikian, walaupun sudah agak lama teori ini
berkembang tetapi sampai saat ini belum dianggap sebagai teori dalam manajamen
keuangan. Hanya saja ada beberapa keputusan di bidang keuangan yang dapat
dianalisis dan dipahami lebih baik dengan menggunakan kerangka teori opsi ini.
Sebagai contoh, dalam perkara pembatalan sewa guna usaha (leasing) sebagai salah satu alternatif pembiayaan perusahaan.
Pembatalan transaksi sewa guna usaha dapat dianalisis dengan kerangka teori
opsi. Begitu pula modal yang akan digunakan oleh perusahaan yang dapat berupa
modal sendiri perusahaan (ekuitas perusahaan) atau memakai hutang (leverage) dapat diperjual-belikan
menggunakan teori opsi ini.
KEDUDUKAN
MANAJER KEUANGAN DALAM STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
Di dalam perusahaan yang
besar bidang keuangan dipimpin oleh seorang manajer keuangan (chief financial manager). Manajer
keuangan atau sering disebut direksi keuangan melaporkan secara langsung kepada
direktur keuangan atau presiden direktur.
Sedangkan di dalam
departemen keuangan dalam suatu perusahaan dibagi lagi ke dalam beberapa
bagian/divisi yang dipunyai oleh seorang kepada divisi meliputi:
1) Divisi Anggaran. Bertanggung
jawab untuk mempersiapkan dan memperbaiki bugdet operasi (operating bugdet).
2) Divisi penganggaran modal
(capital budgeting). Bertanggung
jawab untuk mempersiapkan analisis pengeluaran modal.
3) Divisi perencanaan
keuangan. Bertanggung jawab untuk mengambil alternatif pemenuhan kebutuhan dana
jangka panjang.
4) Divisi perencanaan
keuangan jangka pendek. Bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan dana
jangka pendek, serta investasi jangka pendek pada surat berharga (marketable securities).
5) Divisi kredit. Bertanggung
jawab untuk menentukan kredit yang akan diberikan kepada langganan, disamping
itu divisi ini juga bertanggung jawab dalam negoisasi dengan kreditor (lembaga
keuangan Bank dan bukan Bank).
6)
Divisi
hubungaan masyarakat (human relation).
Bertanggung jawab terhadap pembentukan image/komunikasi antara perusahaan,
pemegang saham, para investor dan masyarakat keuangan secara umum.
LINGKUNGAN
KEUANGAN
Aspek
lingkungan yang penting dipahami para manajer keuangan adalah sektor keuangan di bidang perekonomian, yang terdiri dari
pasar keuangan (financial markets),
lembaga keuangan (financial institutions)
dan instrumen keuangan (financial
instruments).
1) Pasar
keuangan, menunjukkan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan aktiva
finansial (financial asset) atau
sering disebut sebagai sekurities. Sekurities adalah secarik kertas (surat)
yang mempunyai nilai pasar karena surat tersebut menunjukkan klaim atas aktiva
riil perusahaan (misalnya mesin-mesin, pabrik, bahan baku, barang dagangan,
merek dagang, dll.)
2) Lembaga
keuangan yaitu lembaga yang berperan sebagai lembaga intermediari (financial intermediation) dengan
mempertemukan unit surplus dengan unit defisit. Contoh lembaga keuangan dalam
sistem moneter adalah Bank sentral, Bank pencipta uang giral/bank umum. Lembaga
keuangan dan di luar sistem moneter (bank bukan pencipta uang giral/BPR),
lembaga pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun, lembaga di bidang pasar
modal, dll.
3) Instrumen
Keuangan, contohnya adalah uang, saham, hutang, dan surat berharga di pasar
uang dan pasar modal lainnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar