Senin, 09 Maret 2015

MEMAHAMI LAPORAN KEUANGAN

MEMAHAMI LAPORAN KEUANGAN


A.  PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
        Laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan  pada saat tertentu dan hasil usaha perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

B.  JENIS LAPORAN KEUANGAN.
  1. Neraca yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu
  2. Laporan Laba/Rugi yang menggambarkan jumlah hasil, biaya dan laba/rugi perusahaan pada suatu periode tertentu
  3. Laporan Sumber dan Penggunaan dana. Di sini dimuat sumber dan penggunaan perusahaan selama satu periode
  4. Laporan Arus kas. Di sini digambarkan sumber dan penggunaan kas dalam satu periode.


C.  PEMAKAI LAPORAN KEUANGAN
1.  Pemegang Saham;  Pemegang saham ingin mengetahui kondisi keuangan perusahaan, asset, utang, modal, hasil, biaya, dan laba. Ia juga ingin melihat prestasi perusahaan dalam pengelolaan manajemen yang diberikan amanah. la juga ingin mengetahui jumlah dividen yang akan diterima, jumlah pendapatan per saham, jumlah laba yang ditahan. Juga mengetahui perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu, perbandingan dengan usaha sejenis, dan perusahaan lainnya. Dari informasi ini pemegang saham dapat mengambil keputusan apakah ia akan mempertahankan sahamnya, menjual, atau menambahnya. Semua tergantung pada kesimpulan yang diambilnya dari informasi yang terdapat dalam laporan keuangan, atau informasi tambahan lainnya.
2.  Investor ; Investor dalam hal tertentu juga sama seperti pemegang saham di atas. Bagi investor potensial ia akan melihat kemungkinan potensi keuntungan yang akan diperoleh dari perusahaan yang dilaporkan.
3.  Analis Pasar Modal; Analis pasar modal selalu melakukan analisa tajam dan lengkap terhadap laporan keuangan perusahaan yang go public maupun yang berpotensi masuk pasar modal. Ia ingin mengetahui nilai perusahaan, kekuatan dan posisi keuangan perusahaan.  Apakah layak disarankan untuk dibeli sahamnya, dijual atau dipertahankan. Informasi ini akan disampaikan kepada langganannya berupa investor baik individual maupun lembaga.
4.  Manajer; Manajer ingin mengetahui situasi ekonomis perusahaan yang dipimpinnya. Seorang manajer selalu dihadapkan kepada seribu satu masalah yang memerlukan keputusan cepat dan setiap saat. Untuk sampai pada keputusan yang tepat maka ia harus mengetahui selengkap-lengkapnya kondisi keuangan perusahaan baik posisi semua pos neraca (asset, utang, modal), Laba/Rugi, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, break even, laba kotor, dan sebagainva.  Karena beragamnya informasi vang dibutuhkannya ini maka laporan keuangan yang disusun dengan norma akuntasi keuangan yang bersifat umum (general purpose) terasa sangat sedikit sehingga ia harus mengharapkan informasi yang didesain dari akuntansi manajemen.
5.  Karyawan; Karyawan perlu mengetahui kondisi keuangan perusahaan untuk menetapkan apakah ia masih terus bekerja di situ atau pindah. Ia juga perlu mengetahui hasil usaha perusahaan supaya ia bisa menilai apakah penghasilan (renumerasi) yang diterimanya adil atau tidak. la juga ingin mengetahui jumlah modal yang dimiliki karyawan jika memang ada seperti dalam perusahaan penerbitan di Indonesia. Demikian jaga tentang cadangan dana pensiun, asuransi kesehatan, asuransi atau jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) di negara yang demokratis dan hak‑hak karyawan dilindungi informasi seperti ini sangat penting.
6.  Instansi Pajak; Perusahaan selalu memiliki kewajiban‑pajak baik pajak pertambahan nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Pembangunan, Pajak Penjualan Barang Mewah, Ppn Bm), Pajak daerah, Retribusi, Pajak penghasilan (PPh). Perusahaan juga dikenakan pemotongan, penghitungan. dan pembayarannya. Semua kewajiban pajak ini mestinya akan tergambar dalam laporan keuangan, dengan demikian instansi pajak (fiskus) dalam hal ini dapat menggunakan laporan keuangan sebagai dasar menentukan kebenaran perhitungan pajak, pembayaran pajak, pemotongan pajak, restitusi, dan juga untuk dasar penindakan.
7.  Pemberi Dana (Kreditur); Sama dengan pemegang saham investor, lender seperti Bank, Investment fund, perusahaan leasing, juga ingin mengetahui informasi tentang, situasi dan kondisi perusahaan baik yang sudah diberi pinjaman maupun yang akan diberi pinjaman. Bagi yang sudah diberikan laporan keuangan dapat menyajikan informasi tentang penggunaan dana yang ­diberikan, kondisi keuangan seperti likuiditas, solvabilitas, rentabilitas perusahaan. Bagi perusahaan calon debitur laporan keuangan dapat menjadi sumber informasi untuk menilai kelayakan perusahaan untuk menerima kredit yang akan diluncurkan.
8.  Supplier;  Supplier hampir sama dengan kreditur di atas. Laporan keuangan bisa menjadi informasi untuk mengetahui apakah perusahaan layak diberikan fasilitas kredit, seberapa lama akan diberikan, dan sejauh mana potensi risiko yang dimiliki perusahaan.
9.  Pemerintah; Pemerintah sangat membutuh­kan laporan keuangan. Karena ia ingin mengetahui apakah perusahaan telah mengikuti peraturan yang telah ditetapkannya. Misalnya Bank Indonesia telah menetapkan beberapa peraturan yang harus dilaksanakan Bank misalnya tentang reserve Requirement (RR), Capital Adequacy Ratio (CAR), batas maksimum pemberian kredit (BMPK), LDR (Loan to Deposir Ratio) dan lain sebagainya. Informasi ini dapat dibaca dari laporan keuangan. Demikian juga Bapepam yang memiliki aturan laporan perusahaan asuransi. Laporan keuangan dapat memberikan informasi apakah perusahaan telah mentaati standar laporan yang ditetapkan atau belum, jika belum maka lembaga ini dapat memberikan teguran atau sanksinya.
10.            Langganan; Langganan dalam era modern seperti sekarang ini khususnya di negara maju benar‑benar raja. Dengan konsep ekonomi pasar dan ekonomi persaingan konsumen sangat diuntungkan. Ia berhak mendapat layanan memuaskan (satisfactioiz guarantee) dengan harga equilibrium, dalam kondisi ini konsumen terlindungi dari kemungkinan praktek, yang merugikan baik dari segi kualitas, kuantitas, harga dan lain sebagainya. Biasanya lembaga khusus yang membantu memantau kepentingan konsumen ini adalah lembaga konsumen, bisa juga dalam hal makanan halal Majelis Ulama. Sebaiknya laporan keuangan juga menyajikan tentang ini.
11.            Lembaga Swadaya Masyarakat; Banyak jenis lembaga swadava masyarakat (LSM). Untuk LSM tertentu bisa saja memerlukan Laporan keuangan misalnya LSM yang bergerak melindungi konsumen, lingkungan, serikat pekerja. LSM seperti ini membutuhkan laporan keuangan untuk menilal sejauh mana perusahaan merugikan pihak tertentu yang dilindunginya.
12.            Peneliti/Akademisi; Bagi peneliti maupun akademisi laporan keuangan sangat penting, sebagai data primer dalam melakukan penelitian terhadap topik tertentu yang berkaitan dengan laporan keuangan atau perusahaan. Laporan keuangan menjadi bahan dasar yang diolah untuk mengambil kesimpulan dari suatu hipotesa atau penelitian yang dilakukan.

          Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan biasa yang disusun dalam bentuk general purpose biasanya tidak akan mampu memberikan informasi vang dibutuhkan pihak‑pihak yang tersebut di atas. Oleh karena itulah perlunya apa yang kita bahas di sini yaitu Analisa Laporan Keuangan. Dengan analisa laporan keuangan maka informasi yang ada dalam laporan keuangan akan menjadi lebih luas, lebih akurat sehingga menambah daya guna laporan keuangan yang lazim.


D.  TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
  1. APB No 4
-          Tujuan Umum ”Menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan secara wajar sesuai prinsip akuntansi yang diterima”.
-          Tujuan Khusus ”memberikan informasi tentang kekayaan, kewajiban, kekayaan bersih, proyeksi laba, perubahan kekayaan dan kewajiban, serta informasi lainnya yang relevan”.
-          Tujuan Kualitatif ”menyajikan laopran yang relevan, dapat dimengerti, dapat diperiksa, netral, dapat dibandingkan dan lengkap”


  1. Prinsip Akuntansi Indonesia
-          Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan
-          Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba
-          Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba
-          Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi
-          Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan.
  1. Standar Akuntansi Keuangan ”Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

E.  ELEMEN LAPORAN KEUANGAN
1.  Laporan Laba/Rugi
APB (Accounting Principle Board) mengartikan laba/rugi sebagai kelebihan/defisit penghasilan di atas biaya selama satu periode akuntansi

          FASB (Financial Statement Standard Board) mengartikan laba/rugi sebagai perubahan equity dari suatu usaha selama suatu period tertentu yang diakibatkan oleh transaksi dan kejadian atau peristiwa yang berasal dari bukan pemilik.

         Penjualan (1)                                                                          XXX
         Harga pokok penjualan (2)                                                       XXX
         Laba kotor (3 = 1 – 2)                                                             XXX
         Beban/biaya: (4)
             Penjualan                                                    XXX
             Administrasi & Umum                                  XXX
         Total Biaya                                                                            XXX
         Laba usaha  (sebelum bunga dan pajak) (5) = (3-4)                         XXX
         Biaya bunga (Ongkos pembiayaan utang) (6)                                   XXX
         Laba sebelum pajak (7) = 5-6                                                  XXX
         Pajak Pendapatan (8)                                                              XXX
         Pendapatan bersih (9) = 7-8                                                    XXX



Elemen Laba/rugi
                  Laporan laba rugi menjawab pertanyaan, "Seberapa menguntungkankah suatu usaha?" laporan laba rugi menyajikan informasi keuangan yang dihubungkan dengan lima aktivitas besar usaha sebagai berikut:
1.  Penghasilan (penjualan) - Uang yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa perusahaan. Atau aset masuk atau aset yang naik nilainya atau hutang yang semakin berkurang atau kombinasi ketiga hal tersebut, selama periode dimana perusahaan memperoduksi dan menyerahkan barang atau memberikan jasa, atau aktivitas lain yang merupakan operasi pokok perusahaan
2.  Harga pokok penjualan ‑ biaya produksi atau biaya untuk menghasilkan barang‑barang dan jasa yang akan dijual.
3.  Beban operasi: aset keluar atau pihak lain memanfaatkan aset perusahaan atau munculnya hutang atau kombinasi antar ketiganya selama periode dimana perusahaan memperoduksi dan menyerahkan barang, memberikan jasa atau melaksanakan aktivitas lain yang merupakan operasi pokok perusahaan. Terdiri dari (a) Pemasaran dan distribusi produk atau jasa, dan (b) administrasi.
4.  Beban keuangan dalam menjalankan bisnis, yaitu bunga dibayarkan kepada kreditur perusahaan dan pembayaran dividen kepada para pemegang saham istimewa (bukan pembayaran dividen pada pemegang saham biasa). Beban bunga : Bunga yang dibayar atas sisa hutang perusahaan, biaya bunga perusahaan sifat memotong pajak.
5.  Beban pajak, yaitu jumlah pajak yang ditanggung berdasarkan pajak pendapatan perusahaan.


Pendapatan Operasi (EBIT) : Laba dari penjualan dikurangi jumlah beban operasi

Pendapatan sebelum pajak : Pendapatan usaha dikurangi beban bunga

Pendapatan bersih : Gambaran yang menunjukkan kerugian atau laba perusahaan untuk periode tertentu. Juga menyajikan pendapatan yang tersedia bagi pemegang saham umum dan preferen.

          Tiga persoalan tambahan penting dalam memahami informasi yang terdapat pada suatu laporan laba rugi, yaitu:
1.    Pendapatan usaha (pendapatan sebelum bunga dan pajak) tidak dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan dibiayai, apakah dengan ekuitas atau utang. Pendapatan usaha adalah laba dari semua aktivanya, dengan mengabaikan apakah aktiva dibiayai dari saham atau utang. Pemahaman kenyataan ini penting, ketika kita ingin mengevaluasi kinerja manajemen dalam penciptaan profit dari aktiva perusahaan. Yang perlu diingat adalah pendapatan usaha hanya dipengaruhi oleh keputusan‑keputusan investasi manajemen, dan bukan oleh bagaimana perusahaan dibiayai.
2.    beban  bunga, dikurangi dari pendapatan sebelum menghitung kewajiban pajak perusahaan, bukan sebelum pembayaran dividen. Dengan kata lain, bunga adalah suatu beban pengurang pajak
3.    perusahaan yang mempunyai pendapatan bersih positif, bukan berarti perusahaan mempunyai uang kas


2.       NERACA
                Neraca memberikan gambaran posisi keuangan perusahaan pada waktu tertentu berupa ekuitas pemegang saham dan pemilik, kewajiban, dan modal yang disediakan pemilik.  Aktiva menggambarkan sumber‑sumber yang dimiliki oleh perusahaan sedangkan kewajiban dan ekuitas pemegang saham, menunjukkan bagaimana sumber daya itu dibiayai.

ELEMEN NERACA

a.   Aktiva
        Aktiva  adalah harta yang dimiliki perusahaan yang berperan dalam operasi perusahaan.  Atau Aktiva adalah manfaat ekonomis yang akan diterima pada masa mendatang, atau akan dikuasai oleh perusahaan sebagai hasil dari transaksi atau kejadian Aktiva perusahaan dimasukkan dalam tiga kategori: (1) aktiva lancar, (2) aktiva tetap, dan (3) aktiva lain.

ASET LANCAR. Aktiva lancar, meliputi aset‑aset yang relatif mudah untuk dicairkan, yaitu yang diharapkan dapat diubah menjadi kas dalam satu tahun. Aktiva lancar terutama meliputi kas, piutang usaha, persediaan, dan beban dibayar dimuka.

·         Kas. Setiap perusahaan harus mempunyai kas untuk operasional bisnis. Cadangan kas diperlukan karena tidak samanya aliran dana yang masuk (kas yang diterima) dan yang keluar (biaya‑biaya kas) dalam bisnis tersebut. Jumlah dari saldo kas ditentukan tidak hanya oleh volume penjualan, tetapi juga oleh kemungkinan penerima kas dan pembayaran kas.
·         Piutang usaha. terdiri dari pembayaran pelanggan yang membeli dengan kredit. Atau ebuah janji untuk menerima kas dari pelanggan yang membeli barang-barang dari perusahaan secara kredit
·         Persediaan. Persediaan terdiri dari bahan‑bahan baku, bahan yang sedang dikerjakan, dan produk akhir yang ada dalam perusahaan yang siap untuk dijual. Atau barang dalam proses dan barang jadi yang dimiliki perusahaan yang siap dijual
·         Beban dibayar dimuka. Biaya yang telah dibayar dimuka. Aset ini bisa dicatat pada neraca dan pada laporan laba rugi tergantung bagaimana mereka menggunakannya. Perusahaan sering harus membayar di muka sebagian bebannya. Sebagai contoh, premi asuransi yang mungkin harus dibayar sebelum memperoleh jaminan asuransi, atau sewa yang dibayar di muka. Jadi, biaya‑biaya yang dibayar dimuka adalah pembayaran tunai yang dicatat pada neraca sebagai aktiva lancar dan dinyatakan sebagai beban dalam laporan laba rugi sebagai mana digunakan.

AKTIVA TETAP Aktiva tetap meliputi peralatan dan perlengkapan, bangunan, dan tanah.
Aktiva yang lain tidak termasuk aktiva tetap dan aktiva lancar, Atau semua aktiva yang bukan termasuk aktiva lancar atau aktiva tetap, sebagai contoh , aset tidak berwujud seperti hak paten, hak cipta, dan good will.

Laporan Laba rugi
Periode 31 Desember 1998 dan 31 Desember  1999
($ dalam ribuan)
                                                                            1998                 1999
Penjualan                                                        $ 2.169.491      $  2590,614
Harga pokok penjualan                                       1.373.296      1.617.253
Laba kotor                                                      $   796.205      $   973.361
Beban penjualan, umum dan administrasi               348.546           410.060
Penyusutan dan (amortisasi) Angsuran                    87.411           113.822
Laba usaha (pendapatan aktivitas operasional)
       Atau pendapatan sebelum bunga dan pajak            $   360.237           449.479
Biaya bunga (Ongkos pembiayaan utang)                        24.008             28,686
Pendapatan  sebelum pajak                              $   336,229      $   420.793
Pajak pendapatan                                                 122.729           153.592
Pendapatan bersih
       (Pendapatan dari aktivitas usaha dan Aktivitas
       pembiayaan)                                                 $   213.500      $   267.201



 


b.  Kewajiban
Kewajiban adalah pengorbanan ekonomis yang mungkin timbul dimasa mendatang dari kewajiban perusahaan sekarang untuk mentransfer aset atau memberikan jasa ke pihak lain dimasa mendatang, sebagai akibat transaksi atau kejadian dimasa lalu. Hutang muncul terutama karena penundaan pembayaran untuk barang atau jasa yang telah diterima perusahaan dan dari dana yang dipinjam. Atau dari akibat pengambilan sumber daya ekonomi dimuka sebelum memberikan jasa atau barang ke konsumen "kewajiban dan ekuitas pemegang saham yang menunjukkan bagaimana perusahaan membiayai aktiva-aktivanya. Pembiayaan datang dari dua sumber utama: utang (kewajiban‑kewajiban) dan ekuitas. Utang adalah uang yang telah dipinjam dan harus dibayar kembali pada tanggal yang telah ditentukan. Ekuitas di sisi lain menunjukkan investasi pemegang saham dalam perusahaan.

MODAL PINJAMAN adalah pembiayaan yang diberikan oleh kreditur. Modal pinjaman ini dibagi menjadi (1) utang lancar, atau kewajiban jangka pendek. dan (2) utang jangka panjang. Utang lancar atau utang jangka pendek, meliputi uang yang dipinjam yang harus dibayar kembali dalam 12 bulan berikutnya.

SUMBER UTANG LANCAR (utang yang harus dibayar dalam jangka waktu 1 tahun) adalah sebagai berikut:
·         Utang usaha menunjukkan utang perusahaan untuk pembelian barang-barang dari para pemasok dengan kredit
·         Kewajiban lain meliputi utang ‑bunga dan pembayaran pajak pendapatan.
·         Kewajiban tambahan adalah utang‑utang jangka pendek yang terjadi dalam operasi perusahaan, tetapi belum dibayar. Sebagai contoh, karyawan melaksanakan pekerjaan yang tidak mungkin dibayar sampai bulan atau minggu berikutnya, yang dicatat sebagai gaji tambahan.
·         Wesel jangka pendek menunjukkan sejumlah pinjaman dari bank atau sumber pinjaman lain yang ada dan dibayar dalam 12 bulan.

UTANG JANGKA PANJANG Utang jangka panjang meliputi pinjaman dari bank atau sumber lain yang meminjamkan uang untuk waktu jangka panjang lebih dah 12 bulan, Misalnya Wesel jangka panjang; pinjaman dari bank atau sumber lain yang meminjamkan uang untuk peminjaman lebih dari 12 bulan

c.   EKUITAS
Modal saham adalah Sisa dari aset suatu bisnis dikurangi dengan hutang-hutangnya. Modal saham merupakan bentuk kepemilikan suatu usaha. Investasi pemegang saham pada perusahaan dan laba kumulatif yang ditahan didalam bisnis sampai tiba waktu neraca laba rugi dikeluarkan. Ekuitas meliputi investasi pemegang saham‑pemegang saham preferen dan pemegang saham biasa dalam perusahaan:

·         Pemegang saham preferen investor perusahaan yang memiliki saham preferen. Pemegang saham preferen menerima suatu dividen yang ditetapkan dalam jumlah tertentu, Ketika perusahaan dilikuidasi, pemegang saham ini dibayar setelah kreditur perusahaan, tetapi sebelum pemegang saham biasa.
·         Pemegang saham biasa adalah pemegang perusahaan di luar pemegang saham preferen dari suatu bisnis atau Investor yang memiliki saham biasa perusahaan. Pemegang saham biasa adalah pemilik dari perusahan Mereka menerima apa pun yang terjadi, baik atau buruk, setelah kreditur dan pemegang saham preferen dibayar. Jumlah dari ekuitas biasa perusahaan, seperti yang dilaporkan pada neraca laba rugi adalah (l) jumIah yang diterima perusahaan dari penjualan saham ke investor ditambah dengan, (2) saldo laba perusahaan. Jumlah yang diterima perusahaan dari penjualan saham dicatat dalam hak kekayaan bagian umum dalam perhitungan nilai nominal dan agio saham. Jumlah ini akan diimbangi oleh saham yang telah dibeli kembali oleh perusahaan, khususnya ditunjukkan oleh saham treasuri. Saldo laba adalah total kumulatif dari semua pendapatan bersih pada perusahaan dikurangi dengan dividen saham biasa yang telah dibayar dari tahun ke tahun.
    
     Jadi, ekuitas saham biasa terdiri dari:
     Ekuitas saham biasa         = saham biasa yang dikeluarkan (dikurangi yang       ditarik kembali) + pendapatan bersih kumulatif selama masa hidup ‑ total    dividen yang dibayar selama masa hidup

     Seperti yang ditunjukkan pada neraca laba rugi sebagai berikut:
     Ekuitas saham biasa         =  saham biasa  (nilai par + agio saham)+ saldo         laba

·         Nilai nominal dan agio saham Jumlah yang diterima oleh perusahaan dari penjualan saham ke investor.
·         Saham treasing Saham perusahaan yang telah dikeluarkan dan diperoleh kembali oleh perusahaan itu.
·         Saldo laba Pendapatan kumulatif yang ditahan dan ditanam kembali di perusahaan selama kelangsungan perusahaan (pendapatan kumulatif dividen kumulatif).


                                                

PENGUKURAN ARUS KAS BEBAS

PENGHITUNGAN ARUS KAS BEBAS; PERPEKTIF OPERASI

          Suatu arus kas bebas perusahaan, dipandang dari suatu perspektif operasi, adalah arus kas setelah pajak yang dihasilkan dari operasi usaha dikurangi dengan investasi perusahaan pada aktiva, yaitu:

Aliran Kas Bebas =  arus kas setelah pajak dari operasi ‑ investasi pada aktiva

Di mana investasi dalam aktiva mungkin dinyatakan sebagai berikut:

Investasi dalam aktiva   =    Perubahan modal usaha bersih untuk operasi  + Perubahan aktiva  lain dan aktiva tetap

Jadi, prosedur penghitungan arus kas bebas perusahaan yang berbasis usaha mencakup tiga langkah;
1.    menghitung arus kas setelah pajak dari operasi.
2.    Menghitung investasi dalam modal kerja usaha bersih.
3.    Menghitung investasi dalam aktiva tetap atau aktiva lain

Langkah pertama, kita menghitung aliran kas operasional setelah pajak sebagai berikut:

Pendapatan usaha (pendapatan sebelum bunga dan pajak‑pajak) + penyusutan = pendapatan sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) - pembayaran kas pajak = arus kas setelah pajak dari usaha

          Dalam penghitungan sebelumnya, kita menentukan pendapatan sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) dengan menambahkan penyusutan pada pendapatan usaha, karena penyusutan bukanlah suatu beban kas. Kemudian kita mengurangi pajak-pajak untuk mendapatkan arus kas setelah pajak dasar.
         
Pendapatan usaha (EBIT)                                        $   449.479.000
Ditambah penyusutan dan amortisasi                            113.822.000
Pendapatan sebelum interes, pajak,
penyusutan, dan amortisasi (EBITDA)                      $   563.301.000
Dikurangi beban pajak setelah pajak                              153.592.000
Aliran kas dari usaha setelah pajak                           $   409.709.000

Langkah kedua, peningkatan dalam modal kerja operasional bersih adalah sama dengan:

[Perubahan aktiva lancar] – [perubahan pada beban kewajiban lancar non‑bunga]

Awalnya, kita mengatakan modal kerja bersih sama dengan aktiva lancar dikurangi utang lancar atau utang jangka pendek. Sebaliknya, dalam menghitung arus kas bebas, kita hanya mempertimbangkan utang lancar non‑bunga yang terjadi dalam aktivitas operasi normal sehari-hari dalam menjual dan membeli barang‑barang perusahaan, seperti utang usaha dan pertaambahan gaji. Utang yang mengandung bunga (yaitu, di mana anda dengan jelas membayar bunga dalam penggunaan uang) akan dimasukkan dalam penghitungan arus kas bebas dalam perspektif pembiayaan karena meminjam uang adalah suatu aktivitas pembiayaan.
         
[Perubahan pada aktiva lancar] – [perubahan pada beban utang lancar non‑bungal] = $104.031.000 ‑ $10.502.000 = $93.529.000

di mana pembayaran dan penambahan hutang lancar perusahaan yang tidak mengandung bunga.

Langkah terakhir melibatkan penghitungan perubahan pada aktiva tetap kotor  (bukan aktiva tetap bersih) dan neraca laba rugi aktiva lain yang belum siap untuk dipertimbangkan.
Peningkatan dalam aktiva tetap kotor                              $     167.804.000
Peningkatan pada aktiva lain                                                   33.855.000
Total peningkatan pada aktiva jangka panjang                  $     201.659.000

Sekarang kita bisa menghitung aliran kas bebas Harley‑Davidson dari suatu perspektif usaha berikut ini:

Arus kas usaha setelah pajak                                          $     409.709.000
Dikurangi:
      Investasi modal kerja usaha bersih                                     93.529.000
      Investasi aktiva jangka panjang                                        201.659.000
Aliran kas bebas (perspektif usaha)                                  $      114.521.00

      Dengan perhitungan terdahulu, kita mengetahui bahwa arus kas bebas perusahaan positif pada jumlah $114.521.000. Operasional perusahaan menghasilkan $409.000, tetapi, sebagian dari jumlah dikonsumsi untuk peningkatan dalam modal kerja usaha bersih ($93.529,000) dan investasi dalam aktiva jangka panjang ($201.659.000). Pertanyaannya: Di mana penempatan arus kas bebas sebesar $114.521.000? Jawabannya: investor. Mari kita hitung arus kas bebas dari perspektif pembiayaan untuk menegaskan bahwa investor menerima uang tersebut.


PENGHITUNGAN ARUS KAS BEBAS: PERSPEKTIF PEMBIAYAAN.

Sekarang kita akan menghitung arus kas bebas dari perspektif pembiayaan, yang sama dengan arus kas yang dibayarkan kepada atau yang diterima dari investor. Kita dapat menghitung jumlah arus kas bebas tersebut, sebagai berikut:

Bunga yang diterima dari kreditur perusahaan - Perubaban utang pokok ‑ dividen yang dibayar kepada para pemegang saham ‑ perubahan saham = pembiayaan arus kas bebas

Oleh sebab itu, untuk menghitung arus kas bebas dari perspektif pembiayaan, kita melakukan:
1.    Menghitung bunga yang dibayarkan kepada para kreditor.
2.    Menentukan jika perusahaan membayar kembali utang pokok kepada kreditur (kreditur menerima uang tunai) atau meningkatkan utang pokok (kreditur menyediakan utang tunai pada perusahaan). Jumlah ini didapatkan dengan menghitung perubahan utang pokok.
3.    Memastikan bahwa ada dividen yang dibayarkan kepada (diterima oleh) para pemegang saham.
4.    Menentukan bila ada saham baru yang dikeluarkan (investor menyediakan uang tunai untuk perusahaan) atau jika perusahaan membeli kembali saham dari investor (investor menerima uani tunai dari perusahaan). Di sini kita mengambil perubahan dalam nilai par saham, dan agio saham untuk semua saham yang dikeluarkan dan diubah dalam perbendaharaan saham.

          Kesimpulannya, arus kas bebas dari perspektif pembiayaan adalah arus kas bersih yang diterima oleh para investor perusahaan, atau jika negatif, arus kas adalah yang dibayarkan investor, untuk perusahaan itu. Keadaan lain di mana investor menanamkan modal di perusahaan, adalah karena arus kas bebas operasi perusahaan negatif. dengan demikian membutuhkan pemasukan modal dari para investor.

Bunga yang diterima oleh para kreditur
(yang dibayarkan kepada para kreditur)                              $    28.686.000
Dikurangi perubahan utang yag tidak berbunga
(Wesel jangka pendek dan utang jangka panjang)                     50. 197.000
Dikurangi dividen untuk para pemegang saham                      (30.191.000)
Minus perubahan saham biasa                                             (405.841.000)
Arus kas bebas (perspektif pembiayaan)                            $   114.521.000

Tujuan laporan aliran kas:
1.    Untuk memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu.
2.    Untuk memberikan informasi mengenai efek kas dari kegatan investasi, pendanaan, dan operasi perusahaan selama periode tertentu.
         
Laporan aliran kas bertujuan untuk melihat efek kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan. Aktivitas operasi meliputi semua transaksi dan kejadian lain yang bukan merupakan kegiatan investasi atau pendanaan. Ini termasuk transaksi yang melibatkan produksi, penjualan, penyerahan barang, atau penyerahan jasa. Aktivitas investasi meliputi pemberina kredit, pembelian atau penjualan investasi jangka panjang seperti pabrik dan peralatan. Aktivitas pendanaan meliputi transaksi untuk memperoleh dana dan distribusi return ke pemberi dana dan pelunasan hutang.
          Ada 2 metode penyusunan laporan aliran kas, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Metode yang biasa digunakan adalah metode tidak langsung. Dalam metode ini laba bersih ditaruh pada baris pertama, kemudian penyesuaian dilakukan terhadap laba bersih sebagai berikut:
1.    Untuk menghilangkan sejumlah tertentu seperti depresiasi yang dimasukkan dalam laba bersih tetapi tidak melibatkan aliran kas masuk atau keluar pada aktivitas operasi.
2.    Untuk memasukkan perubahan-perubahan dalam aktiva lancar (selain kas) dan hutang lancar yang berkaitan dengan siklus operasi perusahaan yang mempengaruhi aliran kas yang berbeda dengan laba bersih.

Aliran kas untuk aktivitas investasi sering diklasifikasikan sebagai berikut
1.    Penerimaan kas dari penjualan investasi pada saham atau obligasi
2.    Penerimaan kas dari penjualan bangunan, pabrik dan peralatan
3.    Pembayaran untuk investasi pada surat berharga (saham dan obligasi)
4.    Pembayaran untuk pembelian bangunan, pabrik dan peralatan

Aktivitas pendanaan yang sering dimasukkan ke dalam kegiatan pendanaan sering diklasifikasik‑an sebagai berikut ini.
1.    Penerimaan dari emisi surat berharga (obligasi, saham)
2.    Pembayaran dividen
3.    Pelunasan hutang atau obligasi
4.    Pembayaran untuk membeli saham kembali (treasury stcok)

Aktivitas opeasi yang sering dimasukkan dalam operasi adalah:
v  Aliran Kas Masuk Operasi
1.    Pengumpulan dari pelanggan
2.    Bunga atau dividen yang dikumpulkan

v  Aliran Kas Keluar Operasi
  1. Pembayaran ke pemasok (supplier) atau karyawan
  2. Pembayaran bunga
  3. Pembayaran pajak pendapatan

Berikut ini contoh laporan aliran kas yang disusun berdasarkan metode tidak langsung.

PT. XXX
LAPORAN ALIRAN KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER XX

Aliran Kas bersih operasi                                                          
Laba bersih                                                                        XXX
Penyesuaian untuk perbedaan antara
pendapatan dan aliran kas dari operasi
(+)      Biaya Depresiasi                                                       XXX
         Biaya Amortisasi                                                       XXX
         Amortisasi Diskonto Obligasi                                     XXX
         Penurunan pada item dibayar dimuka                         XXX
         Kenaikan Hutang pegawai                                           XXX
         Kenaikan Hutang pajak pendapatan                             XXX
         Kenaikan pajak ditunda                                              XXX
(-)      Kenaikan dalam piutang dagang (bersih)                      XXX
         Kenaikan dalam persediaan                                        XXX
         Penurunan dalam Hutang dagang                                XXX
(=)      Aliran kas dari operasi                                                                         XXX

Aliran kas dari aktivitas operasi
         Pembelian bangunan                                                (XXX)
         Pengeluaran Investasi obligasi                                  (XXX)
         Penerimaan dari penjualan tanah                                XXX
Aliran kas dari investasi                                                                               (XXX)

Aliran kas dari pendanaan
         Pembayaran Dividen                                                (XXX)
         Penerimaan dari emisi daham baru                             XXX
Aliran kas dari pendanaan                                                                               XXX
 


Kenaikan (penurunan) kas                                                                               XXX
Kas,  per 1 Januari                                                                                         XXX
 


Kas,  per  31 Desember                                                                                  XXX







( $ dalam Ribuan)
AKTIVA                                            1998              1999          Change
Kas                                            $ 165.170    $   183.415          $  18,245
Piutang usaha                                473.758         542.659          $  68.901
Persediaan                                    155.616         168.616          $  13.000
Aktiva lancar lainnya                        50.419           54.304          $    3.885
Total aktiva lancar                         844.963    $   948.994          $ 104.031
Bangunan, dan peralatan             $ 1.076.381 $ 1.244.185          $ 167.804
Akumulasi penyusutan                   448.487         562.444          $ 113.822
Bangunan, properti,
dan peralatan                              $ 627.759    $   681.741          $   53.982
Aktiva lain                                     447,487         481.342          $   33.855
Jumlah akfiva                             $ 1.920.209  $ 2.112.077          $ 191.868

KEWAJIBAN
Utang usaha dan utang
yang harus dibayar                     $ 245.593    $   256.086          $   10.502
Utang jangka pendek                     222.931         262.068               39.137
Total kewajiban lancar                 $ 468.515    $   518.154          $   49.639
Utang jangka panjang                    421,783         432.843          $   11.060
Total kewajiban                          $ 890,298    $   950.997          $   60.699

EKUITAS
Saham biasa (nilai par +
agio saham)                                $ 155.612    $     49.771          $ (105.841)
Saldo laba                                      874.299      1.111.309          $ 237.010
Total ekuitas                              $ 1.029.911  $ 1.161.080          $ 131.169
Jumlah kewajiban dan ekuitas      $ 1.920.209  $ 2.112.077          $ 191.868