MEMAHAMI LAPORAN KEUANGAN
A.
PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan
keuangan adalah laporan yang menggambarkan
kondisi keuangan pada saat tertentu dan
hasil usaha perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
B.
JENIS LAPORAN KEUANGAN.
- Neraca yang
menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu
- Laporan Laba/Rugi
yang menggambarkan jumlah hasil,
biaya dan laba/rugi perusahaan pada suatu periode tertentu
- Laporan Sumber dan
Penggunaan dana. Di sini dimuat sumber dan penggunaan perusahaan selama
satu periode
- Laporan Arus kas.
Di sini digambarkan sumber dan penggunaan kas dalam satu periode.
C.
PEMAKAI LAPORAN KEUANGAN
1. Pemegang Saham; Pemegang saham ingin mengetahui kondisi
keuangan perusahaan, asset, utang, modal, hasil, biaya, dan laba. Ia juga ingin
melihat prestasi perusahaan dalam pengelolaan manajemen yang diberikan amanah.
la juga ingin mengetahui jumlah dividen yang akan diterima, jumlah pendapatan
per saham, jumlah laba yang ditahan. Juga mengetahui perkembangan perusahaan
dari waktu ke waktu, perbandingan dengan usaha sejenis, dan perusahaan lainnya.
Dari informasi ini pemegang saham dapat mengambil keputusan apakah ia akan
mempertahankan sahamnya, menjual, atau menambahnya. Semua tergantung pada
kesimpulan yang diambilnya dari informasi yang terdapat dalam laporan keuangan,
atau informasi tambahan lainnya.
2. Investor ; Investor dalam hal
tertentu juga sama seperti pemegang saham di atas. Bagi investor potensial ia
akan melihat kemungkinan potensi keuntungan yang akan diperoleh dari perusahaan
yang dilaporkan.
3. Analis Pasar Modal; Analis pasar modal
selalu melakukan analisa tajam dan lengkap terhadap laporan keuangan perusahaan
yang go public maupun yang berpotensi masuk pasar modal. Ia ingin mengetahui
nilai perusahaan, kekuatan dan posisi keuangan perusahaan. Apakah layak disarankan untuk dibeli
sahamnya, dijual atau dipertahankan. Informasi ini akan disampaikan kepada
langganannya berupa investor baik individual maupun lembaga.
4. Manajer; Manajer ingin mengetahui
situasi ekonomis perusahaan yang dipimpinnya. Seorang manajer selalu dihadapkan
kepada seribu satu masalah yang memerlukan keputusan cepat dan setiap saat.
Untuk sampai pada keputusan yang tepat maka ia harus mengetahui
selengkap-lengkapnya kondisi keuangan perusahaan baik posisi semua pos neraca
(asset, utang, modal), Laba/Rugi, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, break
even, laba kotor, dan sebagainva. Karena
beragamnya informasi vang dibutuhkannya ini maka laporan keuangan yang disusun
dengan norma akuntasi keuangan yang bersifat umum (general purpose) terasa
sangat sedikit sehingga ia harus mengharapkan informasi yang didesain dari
akuntansi manajemen.
5. Karyawan; Karyawan perlu
mengetahui kondisi keuangan perusahaan untuk menetapkan apakah ia masih terus
bekerja di situ atau pindah. Ia juga perlu mengetahui hasil usaha perusahaan
supaya ia bisa menilai apakah penghasilan (renumerasi) yang diterimanya adil
atau tidak. la juga ingin mengetahui jumlah modal yang dimiliki karyawan jika
memang ada seperti dalam perusahaan penerbitan di Indonesia. Demikian jaga
tentang cadangan dana pensiun, asuransi kesehatan, asuransi atau jaminan sosial
tenaga kerja (jamsostek) di negara yang demokratis dan hak‑hak karyawan
dilindungi informasi seperti ini sangat penting.
6. Instansi Pajak; Perusahaan selalu memiliki
kewajiban‑pajak baik pajak pertambahan nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan
(PBB), Pajak Pembangunan, Pajak Penjualan Barang Mewah, Ppn Bm), Pajak daerah,
Retribusi, Pajak penghasilan (PPh). Perusahaan juga dikenakan pemotongan,
penghitungan. dan pembayarannya. Semua kewajiban pajak ini mestinya akan
tergambar dalam laporan keuangan, dengan demikian instansi pajak (fiskus) dalam
hal ini dapat menggunakan laporan keuangan sebagai dasar menentukan kebenaran
perhitungan pajak, pembayaran pajak, pemotongan pajak, restitusi, dan juga
untuk dasar penindakan.
7. Pemberi Dana (Kreditur); Sama dengan
pemegang saham investor, lender seperti Bank, Investment fund, perusahaan
leasing, juga ingin mengetahui informasi tentang, situasi dan kondisi
perusahaan baik yang sudah diberi pinjaman maupun yang akan diberi pinjaman.
Bagi yang sudah diberikan laporan keuangan dapat menyajikan informasi tentang
penggunaan dana yang diberikan, kondisi keuangan seperti likuiditas,
solvabilitas, rentabilitas perusahaan. Bagi perusahaan calon debitur laporan
keuangan dapat menjadi sumber informasi untuk menilai kelayakan perusahaan
untuk menerima kredit yang akan diluncurkan.
8. Supplier; Supplier hampir sama dengan kreditur di atas.
Laporan keuangan bisa menjadi informasi untuk mengetahui apakah perusahaan
layak diberikan fasilitas kredit, seberapa lama akan diberikan, dan sejauh mana
potensi risiko yang dimiliki perusahaan.
9. Pemerintah; Pemerintah sangat
membutuhkan laporan keuangan. Karena ia ingin mengetahui apakah perusahaan
telah mengikuti peraturan yang telah ditetapkannya. Misalnya Bank Indonesia
telah menetapkan beberapa peraturan yang harus dilaksanakan Bank misalnya
tentang reserve Requirement (RR), Capital Adequacy Ratio (CAR), batas maksimum
pemberian kredit (BMPK), LDR (Loan to Deposir Ratio) dan lain sebagainya.
Informasi ini dapat dibaca dari laporan keuangan. Demikian juga Bapepam yang
memiliki aturan laporan perusahaan asuransi. Laporan keuangan dapat memberikan
informasi apakah perusahaan telah mentaati standar laporan yang ditetapkan atau
belum, jika belum maka lembaga ini dapat memberikan teguran atau sanksinya.
10.
Langganan; Langganan
dalam era modern seperti sekarang ini khususnya di negara maju benar‑benar
raja. Dengan konsep ekonomi pasar dan ekonomi persaingan konsumen sangat
diuntungkan. Ia berhak mendapat layanan memuaskan (satisfactioiz guarantee)
dengan harga equilibrium, dalam kondisi ini konsumen terlindungi dari
kemungkinan praktek, yang merugikan baik dari segi kualitas, kuantitas, harga
dan lain sebagainya. Biasanya lembaga khusus yang membantu memantau kepentingan
konsumen ini adalah lembaga konsumen, bisa juga dalam hal makanan halal Majelis
Ulama. Sebaiknya laporan keuangan juga menyajikan tentang ini.
11.
Lembaga
Swadaya Masyarakat; Banyak jenis lembaga swadava masyarakat (LSM).
Untuk LSM tertentu bisa saja memerlukan Laporan keuangan misalnya LSM yang
bergerak melindungi konsumen, lingkungan, serikat pekerja. LSM seperti ini
membutuhkan laporan keuangan untuk menilal sejauh mana perusahaan merugikan
pihak tertentu yang dilindunginya.
12.
Peneliti/Akademisi; Bagi
peneliti maupun akademisi laporan keuangan sangat penting, sebagai data primer
dalam melakukan penelitian terhadap topik tertentu yang berkaitan dengan
laporan keuangan atau perusahaan. Laporan keuangan menjadi bahan dasar yang
diolah untuk mengambil kesimpulan dari suatu hipotesa atau penelitian yang
dilakukan.
Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan biasa yang
disusun dalam bentuk general purpose biasanya tidak akan mampu memberikan
informasi vang dibutuhkan pihak‑pihak yang tersebut di atas. Oleh karena itulah
perlunya apa yang kita bahas di sini yaitu Analisa Laporan Keuangan. Dengan
analisa laporan keuangan maka informasi yang ada dalam laporan keuangan akan
menjadi lebih luas, lebih akurat sehingga menambah daya guna laporan keuangan
yang lazim.
D.
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
- APB No 4
-
Tujuan Umum
”Menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan
secara wajar sesuai prinsip akuntansi yang diterima”.
-
Tujuan
Khusus ”memberikan informasi tentang kekayaan, kewajiban, kekayaan bersih,
proyeksi laba, perubahan kekayaan dan kewajiban, serta informasi lainnya yang
relevan”.
-
Tujuan
Kualitatif ”menyajikan laopran yang relevan, dapat dimengerti, dapat diperiksa,
netral, dapat dibandingkan dan lengkap”
- Prinsip Akuntansi
Indonesia
-
Untuk
memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan
kewajiban serta modal suatu perusahaan
-
Untuk
memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto
suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba
-
Untuk
memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam
menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba
-
Untuk
memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan
kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan
investasi
-
Untuk mengungkapkan
sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang
relevan untuk kebutuhan pemakai laporan.
- Standar Akuntansi
Keuangan ”Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja
serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
E.
ELEMEN LAPORAN KEUANGAN
1.
Laporan Laba/Rugi
APB (Accounting Principle Board) mengartikan laba/rugi sebagai
kelebihan/defisit penghasilan di atas biaya selama satu periode akuntansi
FASB
(Financial Statement Standard Board) mengartikan laba/rugi sebagai perubahan equity dari suatu usaha selama
suatu period tertentu yang diakibatkan oleh transaksi dan kejadian atau
peristiwa yang berasal dari bukan pemilik.
Penjualan (1) XXX
Harga pokok
penjualan (2) XXX
Laba kotor (3
= 1 – 2) XXX
Beban/biaya:
(4)
Penjualan XXX
Administrasi
& Umum XXX
Total Biaya XXX
Laba usaha (sebelum bunga dan pajak) (5) = (3-4) XXX
Biaya bunga (Ongkos pembiayaan utang) (6) XXX
Laba sebelum
pajak (7) = 5-6 XXX
Pajak Pendapatan
(8) XXX
Pendapatan
bersih (9) = 7-8 XXX
Elemen
Laba/rugi
Laporan laba
rugi menjawab pertanyaan, "Seberapa menguntungkankah suatu usaha?" laporan
laba rugi menyajikan informasi keuangan yang dihubungkan dengan lima aktivitas besar
usaha sebagai berikut:
1. Penghasilan (penjualan) - Uang yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa perusahaan. Atau aset masuk
atau aset yang naik nilainya atau hutang yang semakin berkurang atau kombinasi
ketiga hal tersebut, selama periode dimana perusahaan memperoduksi dan
menyerahkan barang atau memberikan jasa, atau aktivitas lain yang merupakan
operasi pokok perusahaan
2.
Harga pokok penjualan ‑ biaya produksi atau biaya untuk menghasilkan barang‑barang
dan jasa yang akan dijual.
3.
Beban operasi: aset keluar
atau pihak lain memanfaatkan aset perusahaan atau munculnya hutang atau kombinasi
antar ketiganya selama periode dimana perusahaan memperoduksi dan menyerahkan
barang, memberikan jasa atau melaksanakan aktivitas lain yang merupakan operasi
pokok perusahaan. Terdiri dari (a) Pemasaran dan distribusi produk atau jasa,
dan (b) administrasi.
4.
Beban keuangan
dalam menjalankan bisnis, yaitu bunga dibayarkan kepada kreditur perusahaan dan
pembayaran dividen kepada para pemegang saham istimewa (bukan pembayaran
dividen pada pemegang saham biasa). Beban bunga : Bunga
yang dibayar atas sisa hutang perusahaan, biaya bunga perusahaan sifat memotong
pajak.
5.
Beban pajak, yaitu
jumlah pajak yang ditanggung berdasarkan pajak pendapatan perusahaan.
Pendapatan
Operasi (EBIT) :
Laba dari penjualan dikurangi jumlah
beban operasi
Pendapatan
sebelum pajak : Pendapatan usaha dikurangi
beban bunga
Pendapatan
bersih : Gambaran yang menunjukkan kerugian atau
laba perusahaan untuk periode tertentu. Juga menyajikan pendapatan yang
tersedia bagi pemegang saham umum dan preferen.
Tiga persoalan tambahan
penting dalam memahami informasi yang terdapat pada suatu laporan laba rugi,
yaitu:
1.
Pendapatan usaha (pendapatan
sebelum bunga dan pajak) tidak dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan dibiayai,
apakah dengan ekuitas atau utang. Pendapatan usaha adalah laba dari semua
aktivanya, dengan mengabaikan apakah aktiva dibiayai dari saham atau utang.
Pemahaman kenyataan ini penting, ketika kita ingin mengevaluasi kinerja
manajemen dalam penciptaan profit dari aktiva perusahaan. Yang perlu diingat
adalah pendapatan usaha hanya dipengaruhi oleh keputusan‑keputusan investasi
manajemen, dan bukan oleh bagaimana perusahaan dibiayai.
2.
beban bunga, dikurangi dari pendapatan sebelum
menghitung kewajiban pajak perusahaan, bukan sebelum pembayaran dividen. Dengan
kata lain, bunga adalah suatu beban pengurang pajak
3.
perusahaan yang mempunyai
pendapatan bersih positif, bukan berarti perusahaan mempunyai uang kas
2. NERACA
Neraca memberikan gambaran posisi keuangan perusahaan pada waktu tertentu
berupa ekuitas pemegang saham dan pemilik, kewajiban, dan modal yang disediakan
pemilik. Aktiva menggambarkan sumber‑sumber yang dimiliki oleh perusahaan
sedangkan kewajiban dan ekuitas pemegang saham, menunjukkan bagaimana sumber
daya itu dibiayai.
ELEMEN
NERACA
a.
Aktiva
Aktiva adalah harta yang dimiliki
perusahaan yang berperan dalam operasi perusahaan. Atau Aktiva adalah manfaat ekonomis
yang akan diterima pada masa mendatang, atau akan dikuasai oleh perusahaan
sebagai hasil dari transaksi atau kejadian Aktiva perusahaan
dimasukkan dalam tiga kategori: (1) aktiva lancar, (2) aktiva tetap, dan (3)
aktiva lain.
ASET LANCAR. Aktiva lancar, meliputi aset‑aset yang relatif mudah untuk dicairkan,
yaitu yang diharapkan dapat diubah menjadi kas dalam satu tahun. Aktiva lancar
terutama meliputi kas, piutang usaha, persediaan, dan beban dibayar dimuka.
·
Kas. Setiap perusahaan harus mempunyai kas untuk operasional
bisnis. Cadangan kas diperlukan karena tidak samanya aliran dana yang masuk
(kas yang diterima) dan yang keluar (biaya‑biaya kas) dalam bisnis tersebut.
Jumlah dari saldo kas ditentukan tidak hanya oleh volume penjualan, tetapi juga
oleh kemungkinan penerima kas dan pembayaran kas.
·
Piutang usaha. terdiri dari pembayaran
pelanggan yang membeli dengan kredit. Atau
ebuah janji untuk menerima kas dari pelanggan yang membeli barang-barang
dari perusahaan secara kredit
·
Persediaan. Persediaan terdiri dari bahan‑bahan baku , bahan yang sedang
dikerjakan, dan produk akhir yang ada dalam perusahaan yang siap untuk dijual. Atau barang dalam proses dan barang
jadi yang dimiliki perusahaan yang siap dijual
·
Beban dibayar dimuka. Biaya yang telah dibayar
dimuka. Aset ini bisa dicatat pada neraca dan
pada laporan laba rugi tergantung bagaimana mereka menggunakannya. Perusahaan sering harus membayar di muka sebagian bebannya. Sebagai contoh,
premi asuransi yang mungkin harus dibayar sebelum memperoleh jaminan asuransi,
atau sewa yang dibayar di muka. Jadi, biaya‑biaya yang dibayar dimuka adalah
pembayaran tunai yang dicatat pada neraca sebagai aktiva lancar dan dinyatakan
sebagai beban dalam laporan laba rugi sebagai mana digunakan.
AKTIVA TETAP Aktiva tetap meliputi peralatan dan perlengkapan, bangunan, dan tanah.
Aktiva yang lain tidak termasuk aktiva tetap dan aktiva lancar, Atau semua aktiva yang bukan termasuk aktiva lancar atau aktiva
tetap, sebagai contoh , aset tidak berwujud seperti hak paten, hak cipta, dan
good will.
Laporan Laba rugi
Periode 31 Desember 1998 dan 31
Desember 1999
($ dalam
ribuan)
1998 1999
Penjualan $ 2.169.491 $ 2590,614
Harga pokok penjualan 1.373.296 1.617.253
Laba kotor $ 796.205 $ 973.361
Beban penjualan, umum dan administrasi 348.546 410.060
Penyusutan dan (amortisasi) Angsuran 87.411 113.822
Laba usaha (pendapatan
aktivitas operasional)
Atau
pendapatan sebelum bunga dan pajak $ 360.237 449.479
Biaya bunga (Ongkos
pembiayaan utang) 24.008 28,686
Pendapatan sebelum
pajak $ 336,229 $ 420.793
Pajak pendapatan 122.729 153.592
Pendapatan bersih
(Pendapatan
dari aktivitas usaha dan Aktivitas
pembiayaan) $ 213.500 $
267.201
![]() |
b.
Kewajiban
Kewajiban
adalah pengorbanan ekonomis yang mungkin timbul dimasa mendatang dari kewajiban
perusahaan sekarang untuk mentransfer aset atau memberikan jasa ke pihak lain
dimasa mendatang, sebagai akibat transaksi atau kejadian dimasa lalu. Hutang muncul terutama karena penundaan pembayaran untuk barang atau jasa
yang telah diterima perusahaan dan dari dana yang dipinjam. Atau dari akibat
pengambilan sumber daya ekonomi dimuka sebelum memberikan jasa atau barang ke
konsumen "kewajiban dan ekuitas pemegang saham yang menunjukkan
bagaimana perusahaan membiayai aktiva-aktivanya. Pembiayaan datang dari dua sumber
utama: utang (kewajiban‑kewajiban) dan ekuitas. Utang adalah uang yang telah
dipinjam dan harus dibayar kembali pada tanggal yang telah ditentukan. Ekuitas di sisi lain menunjukkan investasi pemegang saham
dalam perusahaan.
MODAL
PINJAMAN adalah pembiayaan yang diberikan oleh
kreditur. Modal pinjaman ini dibagi menjadi (1) utang lancar, atau
kewajiban jangka pendek. dan (2) utang jangka panjang. Utang lancar atau utang
jangka pendek, meliputi uang yang dipinjam yang harus dibayar kembali dalam 12
bulan berikutnya.
SUMBER UTANG LANCAR (utang yang harus dibayar dalam jangka waktu 1 tahun) adalah sebagai
berikut:
·
Utang usaha menunjukkan utang
perusahaan untuk pembelian barang-barang dari para pemasok dengan kredit
·
Kewajiban lain meliputi utang ‑bunga
dan pembayaran pajak pendapatan.
·
Kewajiban tambahan adalah utang‑utang
jangka pendek yang terjadi dalam operasi perusahaan, tetapi belum dibayar.
Sebagai contoh, karyawan melaksanakan pekerjaan yang tidak mungkin dibayar
sampai bulan atau minggu berikutnya, yang dicatat sebagai gaji tambahan.
·
Wesel jangka pendek menunjukkan
sejumlah pinjaman dari bank atau sumber pinjaman lain yang ada dan dibayar dalam
12 bulan.
UTANG JANGKA PANJANG Utang jangka panjang meliputi pinjaman dari bank atau sumber lain yang
meminjamkan uang untuk waktu jangka panjang lebih dah 12 bulan, Misalnya Wesel jangka panjang; pinjaman
dari bank atau sumber lain yang meminjamkan uang untuk peminjaman lebih dari 12
bulan
c.
EKUITAS
Modal
saham adalah Sisa dari aset suatu bisnis dikurangi dengan hutang-hutangnya.
Modal saham merupakan bentuk kepemilikan suatu usaha. Investasi pemegang saham pada perusahaan dan laba kumulatif
yang ditahan didalam bisnis sampai tiba waktu neraca laba rugi dikeluarkan. Ekuitas
meliputi investasi pemegang saham‑pemegang saham preferen dan pemegang saham
biasa dalam perusahaan:
·
Pemegang saham preferen investor perusahaan yang
memiliki saham preferen. Pemegang saham preferen menerima suatu dividen yang
ditetapkan dalam jumlah tertentu, Ketika perusahaan dilikuidasi, pemegang saham
ini dibayar setelah kreditur perusahaan, tetapi sebelum pemegang saham biasa.
·
Pemegang saham biasa adalah pemegang perusahaan di luar pemegang saham preferen
dari suatu bisnis atau Investor yang memiliki saham biasa perusahaan. Pemegang
saham biasa adalah pemilik dari perusahan Mereka menerima apa pun yang terjadi,
baik atau buruk, setelah kreditur dan pemegang saham preferen dibayar. Jumlah
dari ekuitas biasa perusahaan, seperti yang dilaporkan pada neraca laba rugi
adalah (l) jumIah yang diterima perusahaan dari penjualan saham ke investor
ditambah dengan, (2) saldo laba perusahaan. Jumlah yang diterima perusahaan
dari penjualan saham dicatat dalam hak kekayaan bagian umum dalam perhitungan
nilai nominal dan agio saham. Jumlah ini akan diimbangi oleh saham yang telah
dibeli kembali oleh perusahaan, khususnya ditunjukkan oleh saham treasuri.
Saldo laba adalah total kumulatif dari semua pendapatan bersih pada perusahaan
dikurangi dengan dividen saham biasa yang telah dibayar dari tahun ke tahun.
Jadi,
ekuitas saham biasa terdiri dari:
Ekuitas saham biasa = saham biasa yang dikeluarkan
(dikurangi yang ditarik kembali) +
pendapatan bersih kumulatif selama masa hidup ‑ total dividen yang dibayar selama masa hidup
Seperti yang ditunjukkan pada neraca laba rugi sebagai
berikut:
Ekuitas saham
biasa = saham biasa (nilai par + agio saham)+ saldo laba
·
Nilai nominal dan agio saham Jumlah yang diterima oleh
perusahaan dari penjualan saham ke investor.
·
Saham treasing Saham perusahaan yang telah
dikeluarkan dan diperoleh kembali oleh perusahaan itu.
·
Saldo laba Pendapatan kumulatif yang ditahan dan ditanam
kembali di perusahaan selama kelangsungan perusahaan (pendapatan kumulatif
dividen kumulatif).
PENGUKURAN ARUS KAS BEBAS
PENGHITUNGAN ARUS KAS BEBAS; PERPEKTIF
OPERASI
Suatu arus kas bebas perusahaan,
dipandang dari suatu perspektif operasi, adalah arus kas setelah pajak yang dihasilkan
dari operasi usaha dikurangi dengan investasi perusahaan pada aktiva, yaitu:
Aliran
Kas Bebas = arus kas setelah pajak dari
operasi ‑ investasi pada aktiva
Di
mana investasi dalam aktiva mungkin dinyatakan sebagai berikut:
Investasi dalam aktiva = Perubahan
modal usaha bersih untuk operasi + Perubahan
aktiva lain dan aktiva tetap
Jadi,
prosedur penghitungan arus kas bebas perusahaan yang berbasis usaha mencakup
tiga langkah;
1. menghitung arus kas setelah pajak dari operasi.
2. Menghitung investasi dalam modal kerja usaha bersih.
3. Menghitung investasi dalam aktiva tetap atau aktiva lain
Langkah pertama, kita menghitung aliran kas operasional setelah pajak sebagai
berikut:
Pendapatan
usaha (pendapatan sebelum bunga dan pajak‑pajak) + penyusutan = pendapatan
sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) - pembayaran kas
pajak = arus kas setelah pajak dari usaha
Dalam penghitungan sebelumnya, kita
menentukan pendapatan sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA)
dengan menambahkan penyusutan pada pendapatan usaha, karena penyusutan bukanlah
suatu beban kas. Kemudian kita mengurangi pajak-pajak untuk mendapatkan arus
kas setelah pajak dasar.
Pendapatan usaha (EBIT) $ 449.479.000
Ditambah penyusutan dan amortisasi 113.822.000
Pendapatan sebelum interes, pajak,
penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) $ 563.301.000
Dikurangi beban pajak setelah pajak 153.592.000
Aliran kas dari usaha setelah pajak $ 409.709.000
Langkah kedua, peningkatan dalam modal kerja operasional bersih adalah sama
dengan:
[Perubahan
aktiva lancar] – [perubahan pada beban kewajiban lancar non‑bunga]
Awalnya,
kita mengatakan modal kerja bersih sama dengan aktiva lancar dikurangi utang
lancar atau utang jangka pendek. Sebaliknya, dalam menghitung arus kas bebas,
kita hanya mempertimbangkan utang lancar non‑bunga yang terjadi dalam aktivitas
operasi normal sehari-hari dalam menjual dan membeli barang‑barang perusahaan,
seperti utang usaha dan pertaambahan gaji. Utang yang mengandung bunga (yaitu,
di mana anda dengan jelas membayar bunga dalam penggunaan uang) akan dimasukkan
dalam penghitungan arus kas bebas dalam perspektif pembiayaan karena meminjam
uang adalah suatu aktivitas pembiayaan.
[Perubahan
pada aktiva lancar] – [perubahan pada beban utang lancar non‑bungal] = $104.031.000
‑ $10.502.000 = $93.529.000
di
mana pembayaran dan penambahan hutang lancar perusahaan yang tidak mengandung bunga.
Langkah terakhir melibatkan penghitungan perubahan pada aktiva tetap kotor (bukan aktiva tetap bersih) dan neraca laba
rugi aktiva lain yang belum siap untuk dipertimbangkan.
Peningkatan dalam aktiva tetap kotor $ 167.804.000
Peningkatan pada aktiva lain 33.855.000
Total peningkatan pada aktiva jangka panjang $ 201.659.000
Sekarang kita bisa menghitung aliran kas bebas Harley‑Davidson
dari suatu perspektif usaha berikut ini:
Arus kas usaha setelah pajak $ 409.709.000
Dikurangi:
Investasi modal
kerja usaha bersih 93.529.000
Investasi aktiva
jangka panjang 201.659.000
Aliran kas bebas (perspektif usaha) $ 114.521.00
Dengan perhitungan
terdahulu, kita mengetahui bahwa arus kas bebas perusahaan positif pada jumlah
$114.521.000. Operasional perusahaan menghasilkan
$409.000, tetapi, sebagian dari jumlah dikonsumsi untuk peningkatan dalam modal
kerja usaha bersih ($93.529,000) dan investasi dalam aktiva jangka panjang
($201.659.000). Pertanyaannya: Di mana penempatan arus kas bebas sebesar
$114.521.000? Jawabannya: investor. Mari kita hitung arus kas bebas dari
perspektif pembiayaan untuk menegaskan bahwa investor menerima uang tersebut.
PENGHITUNGAN ARUS KAS BEBAS: PERSPEKTIF
PEMBIAYAAN.
Sekarang
kita akan menghitung arus kas bebas dari perspektif pembiayaan, yang sama
dengan arus kas yang dibayarkan kepada atau yang diterima dari investor. Kita
dapat menghitung jumlah arus kas bebas tersebut, sebagai berikut:
Bunga
yang diterima dari kreditur perusahaan - Perubaban utang pokok ‑ dividen yang
dibayar kepada para pemegang saham ‑ perubahan saham = pembiayaan arus kas
bebas
Oleh sebab
itu, untuk menghitung arus kas bebas dari perspektif pembiayaan, kita
melakukan:
1. Menghitung bunga yang dibayarkan kepada para kreditor.
2. Menentukan jika perusahaan membayar kembali utang pokok
kepada kreditur (kreditur menerima uang tunai) atau meningkatkan utang pokok
(kreditur menyediakan utang tunai pada perusahaan). Jumlah ini didapatkan
dengan menghitung perubahan utang pokok.
3. Memastikan bahwa ada dividen yang dibayarkan kepada
(diterima oleh) para pemegang saham.
4. Menentukan bila ada saham baru yang dikeluarkan (investor
menyediakan uang tunai untuk perusahaan) atau jika perusahaan membeli kembali
saham dari investor (investor menerima uani tunai dari perusahaan). Di sini
kita mengambil perubahan dalam nilai par saham, dan agio saham untuk semua saham
yang dikeluarkan dan diubah dalam perbendaharaan saham.
Kesimpulannya,
arus kas bebas dari perspektif pembiayaan adalah arus kas bersih yang diterima
oleh para investor perusahaan, atau jika negatif, arus kas adalah yang
dibayarkan investor, untuk perusahaan itu. Keadaan lain di mana investor
menanamkan modal di perusahaan, adalah karena arus kas bebas operasi perusahaan
negatif. dengan demikian membutuhkan pemasukan modal dari para investor.
Bunga
yang diterima oleh para kreditur
(yang dibayarkan kepada para kreditur) $ 28.686.000
Dikurangi perubahan utang yag tidak berbunga
(Wesel jangka pendek dan utang jangka panjang) 50.
197.000
Dikurangi dividen untuk para pemegang saham (30.191.000)
Minus perubahan saham biasa (405.841.000)
Arus kas bebas (perspektif pembiayaan) $ 114.521.000
Tujuan laporan aliran
kas:
1.
Untuk memberikan informasi mengenai penerimaan
dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu.
2.
Untuk memberikan informasi mengenai efek kas dari
kegatan investasi, pendanaan, dan operasi perusahaan selama periode tertentu.
Laporan aliran kas
bertujuan untuk melihat efek kas dari kegiatan operasi, investasi, dan
pendanaan. Aktivitas operasi meliputi semua transaksi dan kejadian lain yang
bukan merupakan kegiatan investasi atau pendanaan. Ini termasuk transaksi yang
melibatkan produksi, penjualan, penyerahan barang, atau penyerahan jasa.
Aktivitas investasi meliputi pemberina kredit, pembelian atau penjualan
investasi jangka panjang seperti pabrik dan peralatan. Aktivitas pendanaan
meliputi transaksi untuk memperoleh dana dan distribusi return ke pemberi dana
dan pelunasan hutang.
1.
Untuk menghilangkan sejumlah tertentu seperti
depresiasi yang dimasukkan dalam laba bersih tetapi tidak melibatkan aliran kas
masuk atau keluar pada aktivitas operasi.
2.
Untuk memasukkan perubahan-perubahan dalam aktiva
lancar (selain kas) dan hutang lancar yang berkaitan dengan siklus operasi
perusahaan yang mempengaruhi aliran kas yang berbeda dengan laba bersih.
Aliran kas untuk
aktivitas investasi sering diklasifikasikan sebagai berikut
1.
Penerimaan kas dari penjualan investasi pada
saham atau obligasi
2.
Penerimaan kas dari penjualan bangunan, pabrik
dan peralatan
3.
Pembayaran untuk investasi pada surat berharga (saham dan obligasi)
4.
Pembayaran untuk pembelian bangunan, pabrik dan
peralatan
Aktivitas pendanaan yang
sering dimasukkan ke dalam kegiatan pendanaan sering diklasifikasik‑an sebagai
berikut ini.
1.
Penerimaan dari emisi surat berharga (obligasi, saham)
2.
Pembayaran dividen
3.
Pelunasan hutang atau obligasi
4.
Pembayaran untuk membeli saham kembali (treasury
stcok)
Aktivitas opeasi yang
sering dimasukkan dalam operasi adalah:
v Aliran Kas
Masuk Operasi
1.
Pengumpulan dari pelanggan
2.
Bunga atau dividen yang dikumpulkan
v Aliran Kas
Keluar Operasi
- Pembayaran ke pemasok (supplier) atau
karyawan
- Pembayaran bunga
- Pembayaran pajak pendapatan
Berikut ini contoh
laporan aliran kas yang disusun berdasarkan metode tidak langsung.
PT.
XXX
LAPORAN
ALIRAN KAS
UNTUK
TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER XX
Aliran Kas
bersih operasi
Laba bersih XXX
Penyesuaian
untuk perbedaan antara
pendapatan dan
aliran kas dari operasi
(+) Biaya Depresiasi XXX
Biaya Amortisasi XXX
Amortisasi Diskonto Obligasi XXX
Penurunan pada item dibayar dimuka XXX
Kenaikan Hutang pegawai XXX
Kenaikan Hutang pajak pendapatan XXX
Kenaikan pajak ditunda XXX
(-) Kenaikan dalam piutang dagang (bersih) XXX
Kenaikan dalam persediaan XXX
Penurunan dalam Hutang dagang XXX
Aliran kas
dari aktivitas operasi
Pembelian bangunan (XXX)
Pengeluaran Investasi obligasi (XXX)
Penerimaan dari penjualan tanah XXX
Aliran kas
dari pendanaan
Pembayaran Dividen (XXX)
Penerimaan dari emisi daham baru XXX
Kenaikan
(penurunan) kas XXX
Kas, per 1 Januari XXX
Kas, per 31
Desember XXX
( $ dalam Ribuan)
AKTIVA 1998 1999 Change
Kas $
165.170 $
183.415 $ 18,245
Piutang usaha 473.758 542.659 $
68.901
Persediaan 155.616 168.616 $ 13.000
Aktiva lancar lainnya 50.419 54.304 $ 3.885
Total aktiva lancar 844.963 $ 948.994 $ 104.031
Bangunan, dan peralatan $
1.076.381 $ 1.244.185 $ 167.804
Akumulasi penyusutan 448.487 562.444 $ 113.822
Bangunan, properti,
dan peralatan $ 627.759 $
681.741 $ 53.982
Aktiva lain 447,487 481.342 $
33.855
Jumlah akfiva $ 1.920.209 $ 2.112.077 $ 191.868
KEWAJIBAN
Utang usaha dan utang
yang harus dibayar $
245.593 $
256.086 $ 10.502
Utang jangka pendek 222.931 262.068 39.137
Total kewajiban lancar $ 468.515 $
518.154 $
49.639
Utang jangka panjang 421,783 432.843 $ 11.060
Total kewajiban $
890,298 $
950.997 $
60.699
EKUITAS
Saham biasa (nilai par +
agio saham) $ 155.612 $ 49.771 $ (105.841)
Saldo laba 874.299 1.111.309 $ 237.010
Total ekuitas $ 1.029.911 $ 1.161.080 $
131.169
Jumlah kewajiban dan ekuitas $ 1.920.209 $ 2.112.077 $ 191.868
